Tipu Daya Iblis

Allah Subhanahu Wata'ala telah menentukan segala hal untuk kita, kita hanya tinggal menjalani apa yang telah Allah tetapkan untuk kita, dalam hal jodoh misalnya. Seseorangyang sudah Allah tetapkan jodohnya pasti akan bertemu dengan pasangannya tersebut, cepat atau lambat pasti bertemu, bahkan sekalipun dia menempuhnya dengan cara yang haram, tidak akan merubah takdir Allah. Akan tetapi Allah akan melihat dari bagaimana cara kita menempuh takdir Allah tersebut. Jika pada dasarnya sama saja, mengapa tidak menempuh dengan cara yang halal, cara yang dibenarkan syariat, lebih berkah dan berpahala. Di zaman yang serba modern dan berbasis teknologi ini, pemuda maupun pemudi sudah sangat mengenal dunia pacaran, untuk mencari kebahagiaan, untuk mencari cinta dan ketulusan katanya sih. Lantasapakah dengan pacaran itu sudah pasti berjodoh? Belum tentu, dosa sudah pasti tetapi jodoh tidak pasti. Coba kita lihat betapa banyaknya anak muda zaman sekarang yang mereka sudah bertahun-tahun pacaran dan bermaksiat namun pada akhirnya dia menikah dengan orang lain, dan hanya menjadi tamu undangan, betapa ironinya, bahkan sampai ada yang stres, sedih, bunuh diri, dan lain sebagainya. Pernahkah kita berpikir bahwa ketika kita hanya memiliki ikatan hubungan tanpa ketidak jelasan, itu juga maksiat karena tidak ada manfaatnya chattan dan telponan tanpa urusan yang penting. Dan itu dilakukan oleh sebagian orang yang mereka mengaku tidak pacaran, akan tetapi memiliki ikatan hubungan yang tidak jelas. Apakah hal tersebut dibenarkan? Tentunya tidak. Inilah yang harus membuat kita waspada kemudian bertaubat dari hal tersebut ya ikhwah. Tapi kan nikmat ustadz? Apalah artinya nikmat sesaat, nikmat yang dibungkus dengan maksiat? Iya, nikmat bagi yang mengikuti dan mendukung hawa nafsunya. Sungguh hina sekali orang yang menjadi budak atau hamba hawa nafsunya, tidak lagi menjadi hamba Allah, hamba hawa nafsu, karena dia selalu mengikuti keinginan hawa nafsu yang buruk itu. Jangan kau buang letihnya hatimu hanya untuk mencintai dan merindukan seseorang yang belum halal bagimu dan juga tidak pasti bagimu ya ikhwah. Alangkah ruginya dirimu, sungguh kamu dalam kerugian yang besar. Ketahuilah semua itu tidak ada manfaatnya, hati-hati, sebab bila kamu merasa dengannya ibadah makin rajin dan sebagainya, itu bisa jadi talbis iblis, tipu daya iblis yang menjadikan kemaksiatan seakan indah dibungkus dengan ibadah. Jika kau berkata bahwa dengannya dirimu semakin taat dan baik, berarti jika kamu berpisah dengannya kamu berhenti dari ketaatan mu? Sebab ibadah tersebut bukan dilandasi karena Allah, tapi karena seseorang. Hati-hati, mungkin kamu bisa berkata tidak pacaran atau menolak pacaran, tetapi tanpa kamu sadari perbuatanmu melebihi orang yang berpacaran, dan kemaksiatan yang kamu lakukan lebih besar bila mengatasnamakan agama. Ketaatan tidak berbanding lurus dengan maksiat, berhati-hati lah ikhwah. Oleh karena itu mari kita jaga diri kita dengan menjaga diri dari lawan jenis dan perbuatan yang haram. Semoga Allah mudahkan kita dalam taubat pada-Nya, aamiin.

Komentar

Artikel Terbaik Untuk Anda

Jujur Dalam Keimanan

Inilah Sebab Kenapa Iman Kita Sering Turun