Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Manusia yang berakal

Orang yang berakal adalah mereka yang selalu mengingat Rabb nya dalam segala keadaan. Berdzikir mengingat Allah dalam keadaan berdiri, tidur, dan berbaring. Hamba yang berakal selalu memfungsikan akalnya untuk mentadabburi ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat yang ada di Al-Qur'an maupun ayat-ayat Qouniyah Allah, segala yang terjadi di alam semesta dan segala penciptaan-Nya. Dan seorang hamba yang selalu mengingat ayat-ayat Allah, maka hatinya akan terpaut dengan perkara-perkara akhirat, termasuk mengingat kematian. Dan dunia baginya adalah musuh yang membinasakan, sehingga berhati-hati dengan dunia. Allahul Musta'an

Optimis menyakini janji Allah

Seorang mukmin harus optimis meyakini janji Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an, bahwa siapa yang beriman dan bertakwa pasti Allah akan berikan jalan keluar dari setiap persoalan hidupnya. Semakin baik agama seseorang maka semakin besar pula ujian hidup yang dihadapinya, apalagi bagi hamba Allah yang sudah bertekad untuk berhijrah meninggalkan maksiat menuju pada keta'atan. Namun jangan khawatir, jangan bersedih bahwa dekatnya pertolongan Allah seiring dengan ujian yang dihadapinya. Ketika seorang hamba tertimpa ujian yang besar, maka sesungguhnya pertolongan Allah semakin dekat. Dan semakin besar ujian yang datang, maka dengan kelembutan-Nya Allah berikan kesabaran dan ketenangan hati pada hamba tersebut. Sehingga ujian itu akan mudah dilewati dengan kelapangan hati. Allah tidak akan membebani seorang hamba di luar batas kemampuannya, asal kita bersandar kepada Allah, pasti Allah menolong kita. Dengan bekal iman dan ilmu syar'i, insyaAllah ujian demi ujian bisa dihadapi. Alla...

Tanda seorang hamba memiliki keimanan yang kuat

Diantara tanda seorang hamba memiliki keimanan yang kuat kepada Allah Ta'ala adalah mereka yang pandai menyembunyikan perasaannya kepada orang lain saat terkena musibah yang berat. Ia hanya curhat kepada Allah, menyerahkan urusan kepada Allah, hanya Allah sumber kekuatan dan pertolongan. Ia tidak ingin menjadikan kesusahan bagi orang-orang terdekatnya. Layaknya Nabi Ya'qub 'alaihissalam yang sedih kehilangan Nabi Yusuf putra kesayangannya. Nabi Ya'qub hanya berkeluh kepada Allah, hingga akhirnya Allah memberikan jalan keluar yang berakhir kebaikan. Begitu pun orang yang beriman, sebaiknya mampu menahan hati, bersabar dalam kesusahan, hingga Allah memberikan petunjuk dan jalan keluar yang terbaik. Karena banyak mengeluh kepada makhluk justru menimbulkan kesempitan hati, hati semakin resah dan tidak tenang. Allahul Musta'an

Hamba yang senantiasa diperhatikan Allah

Bersyukurlah bila seorang hamba diperkerjakan oleh Allah Ta'ala fisik dan hatinya untuk mencintai keta'atan, fisik dan hatinya diperkerjakan oleh Allah Ta'ala untuk beramal shaleh. Digerakkan menuju tempat atau menuju majelis yang diridhoi Allah. Hal tersebut merupakan tanda bahwa hamba tersebut diperhatikan Allah, berdo'a lah agar Allah selalu memberikan keberkahan usia, menghabiskan sisa waktu hidup untuk beramal shaleh sebagai bekal akhirat. Apalagi di zaman yang penuh fitnah sekarang ini. Tanpa petunjuk, bimbingan dan pertolongan Allah, hidup manusia akan terombang-ambing tidak menentu dan menjadi sasaran setan untuk disesatkan. Kecuali mereka hamba Allah yang mendapat petunjuk Allah dan berpegang teguh pada tali agama Allah, istiqomah di jalan kebenaran. InsyaaAllah diselamatkan oleh Allah dari fitnah yang menyesatkan. Allahul Musta'an

Nikmat Hidayah Taubat

Nikmat yang tak terkira dari Allah Ta'ala diantaranya mendapatkan petunjuk hidayah Allah Ta'ala agar hati seorang hamba tergerak untuk bertaubat. Karena tidak semua orang diberikan nikmat petunjuk untuk bersegera dalam bertaubat. Bertaubat itu cara yang ampuh untuk mengejar ketertinggalan seorang hamba dari keterpurukan dosa-dosa, sehingga dirinya bisa meraih kemenangan dengan diampuni dosa-dosanya dan berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih 'seperti bayi', asalkan taubat itu dilakukan dengan sungguh-sungguh. Tidak ada seorang pun yang maksum, semua pasti berbuat salah, kecuali Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam yang memang sudah dijamin kemaksumannya. Namun orang yang berhasil dari keterpurukan, hingga akhirnya menjadi hamba yang berkualitas, hamba yang shaleh, hamba yang ihsan semua, bukan karena lepas dari dosa. Tapi mereka bisa menjadi hamba yabg shaleh, hamba yang ihsan, karena berjuang untuk bangkit dari keterpurukan 'Dosa', meleburnya dengan Tau...

Tanda Allah Mencintai Hamba-Nya

Seorang hamba yang diperkerjakan Allah Ta'ala dalam perkara kebaikan adalah tanda Allah mencintai dirinya. Dan amal shalih yang ia lakukan bukan karena usahanya, tapi semata-mata mendapatkan petunjuk hidayah Allah. Sekalipun hamba itu shalih, paham ilmu syariat, tapi jika saat itu dirinya tidak mendapatkan petunjuk hidayah Allah. Maka tidak mungkin hatinya menggerakkan anggota tubuhnya untuk melakukan amal shalih. Maka jangan berbangga hati karena telah berbuat kebaikan, tapi bertawadhu' lah, rendah hati, mengakui bahwa amal shalih nya semata-mata pertolongan Allah, karena rahmat dan karunia Allah. Dan perbanyaklah bersyukur kepada Allah dengan lisan dan perbuatan atas nikmat petunjuk yang telah diberikan. Bila seorang hamba selalu bersyukur, InsyaaAllah nikmat itu selalu terjaga, bahkan bertambah. Allahul Musta'an

Keimanan Yang Kuat

Seorang hamba yang memiliki keimanan yang kuat, InsyaaAllah hati hamba itu akan bergantung sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. Mengadu, mengeluh hanya kepada Rabb yang dicintainya. Walau sesungguhnya hati itu dalam kepayahan, namun kekuatan imannya mampu menahan diri dari lisannya untuk berbicara, mengeluhkan kepada makhluk. Dan itu semata-mata karena pertolongan Allah Ta'ala. Rasa sabar, kekuatan hati untuk mengendalikan diri adalah bagian dari nikmat Allah. Maka perbanyaklah bersyukur, dengan lisan, hati, dan tunjukkan dengan semakin taat kepada perintah-Nya. Allahul Musta'an

Berjuang Menyampaikan Kebenaran

Jangan takut untuk menyampaikan kebenaran, menyampaikan kebenaran tidak akan mengurangi rizqimu, menyampaikan kebenaran tidak akan membahayakan nyawamu. Keyakinan yang kuat, tekad yang kuat dalam menyampaikan kebenaran adalah bentuk ketauhidan kepada Allah Ta'ala. Seorang menyakini bahwa menyampaikan kebenaran adalah ujian dari Allah untuk menguji siapa hamba-Nya yang jujur keimanannya, apakah dirinya takut atau berserah diri kepada Allah. Sedangkan orang yang beriman akan Istiqomah berjuang menyampaikan kebenaran, tiada yang ditakuti kecuali hanya Allah Ta'ala. Karena hanya Allah yang bisa memberikan mashlahat dan kemudharatan. Allahul Musta'an

Dua sebab yang mendatangkan keselamatan bagi seorang hamba di dunia & di akhirat

Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam bersabda bahwa ada dua sebab yang mendatangkan keselamatan bagi seorang hamba di dunia dan di akhirat, yaitu jika seorang hamba tersebut bisa menjaga lisannya dan menjaga kemaluannya. Bila seorang hamba bisa menjaga keduanya, niscaya akan memudahkan dirinya masuk surga. Karena datangnya fitnah itu paling besar dipengaruhi faktor lisan dan kemaluan, yang mana keduanya menimbulkan hawa nafsu dan syahwat yang sangat membahayakan. Lisan dan kemaluan paling mudah menyesatkan dan menjerumuskan manusia kedalam api neraka. Allahul Musta'an

Hikmah Dibalik Setiap Musibah

Tiada yang tercela setiap takdir yang menimpa seorang hamba, entah takdir baik atau buruk semua ada hikmah kebaikan didalamnya. Maka jangan berprasangka buruk kepada Allah Ta'ala, Allah Ta'ala memberikan musibah bagi orang yang beriman lantaran bentuk kasih sayang-Nya terhadap hamba tersebut, Allah ingin menaikkan derajatnya kelak di akhirat. Siapa yang bersabar dengan musibah maka baginya pahala tanpa batas. Dengan turunnya musibah apalagi bertubi-tubi, bisa membuat seorang hamba semakin bersih dari dosa, karena musibah itu pengguguran dari dosa-dosanya. Sehingga hamba itu bisa berjalan di muka bumi dengan hati yang bersih dari dosa. Padahal nikmat terbesar seorang hamba yang bisa menyelamatkan dirinya di akhirat adalah ketika mendapat ampunan dari Allah Ta'ala, dan ketika dosa-dosanya diampuni Allah Ta'ala. Allahul Musta'an

Jujur Dalam Keimanan

Hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang sejujur-jujurnya yang hatinya akan ridho menerima segala kebenaran yang diwahyukan Allah melalui Rasul-Nya. Hingga hatinya benar-benar ikhlas menerima syariat Allah Ta'ala tanpa mengandalkan akal dan logikanya. Sami'naa wa atho'naa, mendengar, hati menerima dan mengamalkan semampunya tanpa keraguan sedikitpun. Seorang hamba yang mau menerima kebenaran, hatinya akan menerima tanpa syarat apapun. Dan yang mampu menerima kebenaran adalah mereka yang memiliki keimanan yang benar pula, bukan keimanan palsu. Dan Allah yang lebih tahu isi hati hamba-Nya, apakah hamba itu beriman dengan sejujur-jujurnya. Allahul Musta'an

Nikmat dunia yang menipu

Sungguh hidayah Allah itu sangat mahal harganya, maka jangan sia-siakan nikmat islam, nikmat iman, nikmat berjalan diatas petunjuk Allah hidayah Allah Ta'ala dan bisa Istiqomah diatas hidayah sunnah. Jangan korbankan semua nikmat itu untuk nikmat dunia yang sifatnya sementara. Berapa lama kita hidup didunia, dan tiada yang bisa menjamin kesehatan dan kekuatan fisik kita. Berandai-andai hidup didunia lama dengan segala kenikmatanyang diraihnya, lalu apakah ada jaminan bisa menikmati dunia ini jika tiba-tiba fisik lemah, fisik tidak berdaya? Semua nikmat dunia itu akan terputus jika raga itu tidak bisa menikmati. Mari kita lihat..!!! Banyak orang kaya raya, sakit kronis lalu hatinya sempit karena fisiknya tidak bisa menikmati dan penuh dengan beban pikiran. Itulah dunia, sungguh menipu. Semoga kita bisa menjadi hamba yang cerdas, prioritaskan kehidupan akhirat, karena kita akan hidup disana selamanya. Allahul Musta'an

Tanda Allah sayang kepada hamba-Nya

Diantara tanda Allah Ta'ala sayang kepada hamba-Nya adalah dengan dilembutkan hati seorang hamba, mudah menerima nasehat kebenaran dari orang lain, dan mudah mengambil hikmah pelajaran dari orang lain. Semua itu merupakan sinyal datangnya petunjuk hidayah Allah Ta'ala. Allah jadikan orang lain sebagai wasilah datangnya petunjuk, Allah menghendaki kebaikan pada diri seorang hamba tersebut. Lebih baik ditegur, diperingatkan Allah melalui orang-orang disekitar kita daripada ditegur oleh Allah dengan keras, dengan datangnya musibah yang secara tiba-tiba menimpa kita. Tiba-tiba sakit parah, tiba-tiba terjadi musibah yang membinasakan harta kita dan sebagainya, lalu membuat hati kita sengsara terombang-ambing lantaran lantaran perbuatan dosa sendiri. Bersyukurlah bila ditegur oleh Allah dengan hikmah melalui orang lain, agar kita bisa introspeksi diri, bertaubat dan bermuhasabah. Sehingga bisa mengurungkan murka Allah, laknat Allah, dan azab Allah. Allahul Musta'an

Manfaat istighfar seorang anak bagi kedua orangtuanya

Gambar
Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga". Maka ia pun bertanya: "Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?" Allah menjawab: "Berkat istighfar anakmu bagi dirimu". [HR. Ahmad 10232, shahih]

The Power Of Shalat

Pembatas antara keimanan dan kekafiran seorang hamba diukur dari shalatnya, akhlak seseorang pun bisa diukur dari kualitas shalatnya. Jika shalat hamba itu dilakukan secara khusyu', dengan ittiba' Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam dan ikhlas, InsyaAllah akan menambah keimanan dalam hatinya. Jika iman seorang hamba baik, maka apa yang dikeluarkan dari hatinya akan diimplementasikan dengan akhlak yang baik pula. Bahkan shalat itu sebagai ibadah yang paling utama dan mudah, untuk mendekatkan hubungan antara hamba dan Rabb nya. Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam ketika bersedih beliau mengerjakan shalat dua rakaat, ketika ada hajat tertentu beliau mengerjakan shalat, dan shalat-shalat sunnah itu tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah tapi juga menutupi kekurangan shalat-shalat wajib. Bahkan ada sahabat Rasulullah yang ingin bersama Rasulullah di surga, lalu Rasulullah menyuruhnya untuk memperbanyak shalat agar bisa terwujud harapannya bertemu Rasulullah di surga....

Kekuatan Hati Yang Ikhlas

Gambar
Semakin baik agama seorang hamba maka semakin besar pula ujian yang akan dihadapinya. Namun itulah sesungguhnya cara Allah ingin menaikkan derajat hamba-Nya melalui kesabarannya dalam menerima ujian, dan pahala yang besar disisi Allah Ta'ala. Dan Allah ingin mengetahui sejujur-jujurnya keimanan seorang hamba, yakinlah jika seorang hamba hatinya benar-benar jujur kepada Allah, semata-mata beramal sholeh untuk mencari ridho Allah Ta'ala bukan mencari dunia, insyaAllah pertolongan Allah selalu menyertainya. Bukankah setiap makhluk yang bernyawa, entah dari bangsa jin atau manusia semuanya ada dalam genggaman Allah Ta'ala. Dan setan itu sangat ketakutan kepada hamba-hamba Allah yang hatinya bersih, yang hatinya benar-benar ikhlas, dalam berbuat kebajikan. Dan orang yang ikhlas tidak akan mudah disesatkan oleh setan. Allahul Musta'an

Kedudukan Manusia Di Muka Bumi

Kedudukan manusia di bumi ini hanya sebagai hamba Allah, dan sebagai hamba Allah Ta'ala hendaknya tunduk, ta'at terhadap syariat Allah Ta'ala, berlapang hati ikhlas dengan segala ketetapan Allah yang sudah ditakdirkan. Hati yang ikhlas mau menerima segala ketetapan Allah, itulah hamba Allah yang mampu berdamai dengan jiwanya. Tidak menentang atau memaksakan diri untuk menuruti hawa nafsunya, tapi dirinya ridho untuk menerima ketetapan Allah yang berlaku untuk dirinya. Berdamai dengan jiwanya sendiri, InsyaAllah hamba itu akan merasakan kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat. Karena hakikatnya syariat Allah itu untuk kemashlahatan makhluk di bumi. Dan apa yang ditakdirkan Allah pasti ada hikmah kebaikan. Allahul Musta'an

Hati yang Qona'ah adalah sumber kebahagiaan

Bersyukurlah bila seorang hamba dikaruniai Allah dengan hati yang qona'ah, merasa cukup dan ridho dengan takdir Allah. Karena tidak semua hamba Allah dilapangkan hatinya. Itu bukti bahwa Allah Maha Adil dan Maha Bijaksana, bahwa kebahagiaan itu bukan milik orang kaya, kebahagiaan itu bukan milik orang yang berpangkat, kebahagiaan itu bukan milik orang yang terkenal. Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan harta dan materi apapun, karena kebahagiaan itu milik Allah Ta'ala, pemegang ubun-ubun seluruh makhluk-Nya, yang menguasai hati manusia. Hanya hamba Allah yang beriman dan beramal sholeh sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, serta keikhlasan dalam hatinya, InsyaAllah hatinya akan memperoleh kebahagiaan. Karena kebahagiaan itu Rahmat Allah yang hanya bisa masuk pada ruh atau hati yang bersih, hati yang dekat dengan Rabb nya. Allahul Musta'an

Meraih Ketenangan Hati

Seorang hamba yang hatinya ingin tenang dalam menjalani kehidupan didunia, maka jangan hiraukan ucapan makhluk, namun sibukkanlah dirimu untuk beramal sholeh dan mencari Wajah Allah. Sesungguhnya seorang hamba yang hatinya disibukkan untuk mengingat Allah Ta'ala, maka Allah akan palingkan hati hamba itu dari kesempitan. Allah Ta'ala akan lapangkan hatinya dengan mengingat akhirat, dan tidak peduli dengan urusan makhluk yang berbuat zalim. Hati yang selalu mengingat akhirat, InsyaAllah tertanam rasa sabar, ridho dengan takdir Allah, dan dijauhkan dari rasa iri dengki dan hasad. Sehingga ucapan buruk yang keluar dari lisan orang lain dianggapnya sebagai ujian hidup yang sudah tertulis di Lauhul Mahfudz yang harus dijalani dengan kesabaran. Sehingga nanti terbiasa menerima setiap takdir baik dan takdir buruk yang sudah ditetapkan Allah. Allahul Musta'an

Semakin berilmu, maka semakin tawadhu'

Semakin berilmu akan membuat seorang hamba semakin tawadhu'. Menyadari bahwa banyak hal-hal yang harus diperbaiki, banyak kekurangan dalam ibadah, merasa ibadah kita belum tentu diterima oleh Allah Ta'ala. Bahkan setelah berilmu kita baru sadar bahwa banyak dosa-dosa yang harus kita lebur, karena melanggar syariat Allah Ta'ala. Dengan demikian kita akan menyibukkan diri untuk mengurusi aib-aib sendiri. Dan takutlah kepada Allah Ta'ala, jangan meremehkan orang lain yang berdosa, jangan menghinanya. Karena bisa saja mereka mendapatkan hidayah Allah, dan bisa menjadi lebih baik daripada diri kita. Allahul Musta'an

Jangan pernah berhenti berhusnudzon kepada Allah

Sekacau, seriuh apa pun masalah mu. Serapuh apa pun pertahanan mu. Jangan pernah berhenti untuk tetap Husnudzon kepada Allahﷻ. Allahﷻ punya banyak cara untuk menguji , begitupun untuk menyampaikan kerinduan dan cinta kepada umat yang di kehendaki-Nya.  ✍️ Tulisan seseorang yang semoga Allah meridhoinya

Do'a Ampunan dari Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam untuk ibunda Aisyah RA dan untuk kita ummat beliau

Dari Ibunda Aisyah Radhiyallahu'anha,  "Ketika saya melihat Nabi Shalallahu'alaihi wasallam dalam keadaan baik, saya berkata; ‘Wahai Rasulullah, doakan saya. Lalu Nabi Shalallahu'alaihi wasallam berdoa; ‘Allohummaghfir li ‘aa-isyata ma taqoddama min zanbihaa wa maa ta-akhkhoro wa maa asarrot wa maa a’lanat.’ (Ya Allah, ampuni dosa Aisyah yang dahulu dan yang kemudian, yang sembunyi dan yang terang-terangan). Kemudian Aisyah tertawa hingga hingga kepalanya terjatuh di pangkuannya. Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam berkata kepadanya; ‘Apakah doaku membuatmu senang?’ Aisyah menjawab; ‘Bagaimana saya tidak senang dengan doamu.’ Rasullah kemudian berkata; ‘Demi Allah, itu adalah doaku untuk umatku setiap selesai shalat.’ (HR Ibnu Hibban)

Pujian Adalah Petaka

“Jika ada yang memujimu dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, diamlah, tak usah dijawab. Jangan katakan, "Aku mah apa? aku tak ada apa-apanya. Dan sejenisnya, yang seolah-olah kamu merendahkan dirimu. karena itu adalah sifat-sifat orang yang sombong.” [Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi]

Postingan Di Sosial Media

Iman  seseorang tidak bisa dinilai melalui postingannya di Sosial Media. Kita buat postingan yang baik bukan menunjukkan kita alim atau yang paling baik. Namun itulah salah satu kegunaan Sosial Media. Boleh jadi postingan kita menjadi sebab kepada orang lain mendapatkan hidayah. Dan yang paling butuh akan nasehat kita di Sosial Media tidak lain adalah diri kita sendiri. Allahul Musta'an