Hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang sejujur-jujurnya yang hatinya akan ridho menerima segala kebenaran yang diwahyukan Allah melalui Rasul-Nya. Hingga hatinya benar-benar ikhlas menerima syariat Allah Ta'ala tanpa mengandalkan akal dan logikanya. Sami'naa wa atho'naa, mendengar, hati menerima dan mengamalkan semampunya tanpa keraguan sedikitpun. Seorang hamba yang mau menerima kebenaran, hatinya akan menerima tanpa syarat apapun. Dan yang mampu menerima kebenaran adalah mereka yang memiliki keimanan yang benar pula, bukan keimanan palsu. Dan Allah yang lebih tahu isi hati hamba-Nya, apakah hamba itu beriman dengan sejujur-jujurnya. Allahul Musta'an
Kita pasti pernah mengalami kondisi sangat semangat dalam ibadah, betul kan? Dan sayangnya itu terjadi hanya sebentar, misalnya 3 hari, seminggu, 3 minggu, lalu kita kembali bermalas-malasan dalam ibadah. Seperti shalat berjama'ah di masjid, kita perjuangkan semaksimal kita bagaimana agar setiap shalat wajib kita harus di masjid, ya harus karena laki-laki sejati harusnya begitu, shalat wajib berjama'ah di masjid, itu kita semangat banget, ada rasa ketenangan dalam melaksanakannya, sampai-sampai kalau kita alfa 1 kali shalat berjama'ah, itu rasanya ga enak banget, meski sudah shalat tapi seperti ada yang kurang. Nah sahabat, kita bisa mengalami kondisi seperti itu karena iman kita lagi naik. Seperti yang Rasulullah katakan bahwa iman itu bisa naik, bisa turun. Lalu, hari terus berjalan dan waktu terus berputar, lama kelamaan kita mulai merasa bosan, merasa lelah, merasa malas, tapi kita tak sanggup melawannya, bahkan ada pikiran bahwa 'ah gapapa lah shalat dirumah, kan k...
Sekacau, seriuh apa pun masalah mu. Serapuh apa pun pertahanan mu. Jangan pernah berhenti untuk tetap Husnudzon kepada Allahﷻ. Allahﷻ punya banyak cara untuk menguji , begitupun untuk menyampaikan kerinduan dan cinta kepada umat yang di kehendaki-Nya. ✍️ Tulisan seseorang yang semoga Allah meridhoinya
Komentar
Posting Komentar
Mohon kritik dan sarannya dari sahabat pembaca semua