Menjadi Hamba Allah Yang Ikhlas Dalam Beramal

Kita harus selalu ingat dan sadar bahwa kita adalah manusia yang lemah, perlu disadari dengan sesadar-sadarnya. Anehnya dengan segala kelemahan yang ada dalam dirinya, manusia masih bisa sombong dan bangga terhadap apapun yang ia miliki, jabatankah, kedudukan kah, harta kah, all it's. Sadarkah bahwa Allahlah yang menjadikannya sukses dan berhasil, Allahlah yang menjadikannya mulia dan berkedudukan. Sudah sepantasnya kita untuk tunduk hati kita kepada Allah dalam menjalankan kehidupan dan agama. Kita sebagai orang beriman hendaknya menanamkan rasa rendah hati dalam diri kita, sehingga kita tidak merendahkan orang lain dan juga tidak direndahkan orang lain. Tanamkan sebuah keyakinan bahwa Allahlah Yang Maha Tinggi, Allahlah Yang Maha Terpuji, Allahlah Yang Maha Memiliki Segalanya. Didunia ini kita bukanlah siapa-siapa, dan tak punya apa-apa, lalu kemudian Allahlah yang menjadikan kita siapa, dan menjadikan kita mempunyai apa. Itulah yang harus kita sadari dan kita syukuri, always of the day.
Jadilah orang baik yang banyak berbuat baik bagi banyak orang lain, karena kita tidak mengetahui kebaikan manakah yang akan mengantarkan kita pada jalan ampunan Allah dan surga-Nya. Berbuat baiklah sampai kamu merasakan lelah dan kemudian akan memetik hasil kebaikanmu di taman surga. Berbuat baiklah sampai Allah mengakui kebaikanmu, dan mencintaimu dengan kebaikankebaikan-kebaikan yang kamu lakukan. Lakukanlah sekarang juga, atau sekarang juga kamu akan mati tanpa kebaikan yang kamu sempat lakukan. Karena sesungguhnya Allah selalu membersamai orang-orang yang berbuat kebaikan, lakukanlah kebaikan sebagai pengganti keburukan yang dahulu pernah kamu lakukan, karena Allah akan mengganti keburukan tersebut dengan kebaikan, dan sesungguh kebaikan-kebaikan itu menghapus keburukan-keburukan yang pernah kita lakukan. Bukankah setiap harinya Allah memberimu berbagai macam kenikmatan dan rezeki, lakukanlah hal serupa pada makhluk-Nya, Dia akan melihat kebaikanmu dan dari hatimu yang tulus dan ikhlas melakukannya. Bagaimana mungkin kita memberi kepada orang lain lalu mengharap balasan yang lebih? Sementara Allah sudah banyak memberi kita nafas dan oksigen yang bisa bebas kita nikmati tanpa membayar. Apakah kita akan menuntut bayaran dan balasan terhadap Allah atas kebaikan kita, padahal Allah siapkan semuanya gratis untuk kita? Maka lakukanlah kebaikan itu dengan ikhlas, yaitu tanpa mengharap apapun kepada Allah, kecuali diri-Nya. Sejatinya bukan dari banyaknya kebaikan yang Allah lihat, akan tetapi dari dalamnya keikhlasan kita dalam melakukannya. Gunung yang tinggi manusia bisa menghitung ketinggiannya, lautan yang dalam pun manusia sanggup menghitungnya, akan tetapi hati yang ikhlas dan tulus hanya Allahlah yang mengetahui ukuran kedalamannya. Dalamnya ikhlas, dan tingginya harapan kepada Dzat-Nya merupakan ciri khas dari hamba Allah yang ikhlas. Semoga Allah menjadikan kita manusia yang tangguh dan mukmin yang ikhlas.

Komentar

Artikel Terbaik Untuk Anda

Jujur Dalam Keimanan

Inilah Sebab Kenapa Iman Kita Sering Turun