Kedahsyatan Shalawat
SHOLAWAT YANG TAK TERBATAS PAHALANYA
_______________
Abul Hasan al-Bakri, Abu 'Umarah bin Zaid al-Madini dan Muhammad bin Ishaq al-Mathlabi meriwayatkan :
Suatu hari ketika Rosululloh ﷺ berada di masjid, tiba-tiba seorang lelaki bercadar datang menemui beliau. Lelaki itu membuka cadar yang menutupi wajahnya dan berkata dengan fasih, "Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yang menjulang tinggi dan tak tertandingi."
Nabi ﷺ kemudian mendudukkan lelaki tersebut di antara beliau dan Sayyidina Abu Bakar radhiyallahu 'anhu.
Sayyidina Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah ﷺ ; "Duhai Rasulullah, mengapa engkau meletakkannya di antara aku dan engkau sedangkan aku mengetahui bahwa di muka bumi ini tidak ada seseorang yang engkau cintai melebihi diriku?"
Rosululloh ﷺ kemudian bersabda; "Duhai Abu Bakar, Jibril memberitahuku bahwa lelaki ini suka bersholawat kepadaku dengan sebuah sholawat yang belum pernah dibaca oleh siapapun sebelumnya."
Sayyidina Abu Bakar pun lantas berkata: "Duhai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku sholawat yang ia baca agar aku dapat bersholawat kepadamu dengannya."
Rasulullah ﷺ kemudian menyebutkan sholawat tersebut :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد في الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، وَفِي الْمَلأِ الأَعْلَى إِلَى يَوْمِ الْدِّينِ.
Sayyidina Abu Bakar kemudian bertanya; "Duhai Rasulullah, apakah balasan yang akan diperoleh seseorang yang membaca shalawat ini?"
Rasulullah ﷺ menjawab;
"Duhai Abu Bakar, engkau telah menanyakan sesuatu yang aku tidak mampu menghitungnya. Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para malaikat menjadi juru tulis, maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para malaikat belum selesai mencatat pahala sholawat ini."
✍ Hadits ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam kitab Al-Muthrib.
MALAIKAT MANTHORUS, PENYAMPAI SHOLAWAT KEPADA RASULULLAH
_______________
Imam Al-Hafizh Muhammad Abdurrahman An-Numairiy Rahimahullah dalam kitab Al-I’lam Bi Fadhlis Shalat Alan Nabiy Was sallam, menyebutkan riwayat yang bersumber dari sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam yang bernama Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal bin Amr bin Aus al-Khazraji Radhiyallahu Anhu (wafat 639 M, North Shuna, Yordania) berkata:
Bersabda Rasulullaah shallallahu alaihi Wa sallam: “Sesungguhnya Allah telah memberikan aku anugerah yang belum pernah diberikan kepada para Nabi dan Rasul sebelumku, Allah telah memberikan aku keutamaan atas mereka, Allah berikan kepada ummatku pangkat yang mulia dengan sebab bershalawat kepadaku, Allah tugaskan malaikat yang bernama "Manthorus" di kuburanku, kepalanya berada di atas langit tepatnya di bawah Arsy, sedangkan kedua kakinya berada di bawah lapisan bumi yang ketujuh, ia memiliki 80.000 sayap. Tiap sayap memiliki 80.000 bulu. Setiap bulu memiliki 80.000 bulu halus dan setiap dibawah bulu halus, Allah ciptakan lisan yang selalu bertasbih dan memuji serta memohon ampunan kepada Allah bagi siapa saja yang mengucapkan shalawat kepadaku. Dari kepala sampai kedua telapak kaki malaikat Mantharus, Allah ciptakan mulut dan lisan serta bulu. Tidaklah ada bagian dari tubuhnya melainkan ada lisan yang bertasbih, memuji dan memohon ampunan kepada Allah bagi siapa saja di kalangan ummatku yang bershalawat kepadaku sampai ia wafat.”
Komentar
Posting Komentar
Mohon kritik dan sarannya dari sahabat pembaca semua