Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Iman Itulah Tanda Cinta Dari Allah ‘Azza wa Jalla

Sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berpetuah, إِنَّ اللهَ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ وَمَنْ لاَ يُحِبُّ ، وَلاَ يُعْطِي الإيْمَانَ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ “Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Allah cinta maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta.” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrod, no. 279, sanadnya dishahihkan oleh Syaikh ‘Ali Al Halabi). Sadarlah bahwa keimanan itu begitu istimewa karena iman hanya spesial untuk orang beriman. Iman hanya diberikan kepada hamba yang Allah Ta’ala pilih. Iman hanya terkhusus bagi siapa yang Allah cinta. Bedanya dengan harta, orang kafir pun bisa mendapatkan bagiannya.  Lihat saja jajaran orang yang diberikan kekayaan di dunia, banyak yang tidak beriman lagi kufur. Jadi bersyukurlah kalau iman masih tersemat dalam dada dan prilaku. Allahul Musta'an

Bertauhid Menjadikan Hidup Tentram

Pangkal kegalauan hidup itu ketika engkau menjauh dari Allah. Sebuah contoh, Ketika engkau mengharapkan sesuatu dan itu gagal terwujud kemudian engkau kecewa.. Padahal jika engkau bersandar kepada Allah, maka semua akan baik-baik saja. Sebab bisa jadi Allah ingin memberikan yang terbaik untukmu, namun semua itu kamu harus bersabar, Engkau menginginkan yang cepat, Allah menginginkan yang tepat, Engkau suka tergesa-gesa, Allah tahu kapan waktunya, Padanganmu terbatas, sedang ilmu dan hikmah Allah itu luas, Karena itu bersandarlah kepada Allah.. Sebab kebahagiaan sejati itu ketika kamu berserah diri kepada Allah dan kamu percaya apa yang ada di tangan Allah itu lebih baik di banding apa yang ada di tanganmu, Karena jika kamu hanya percaya bahwa kebahagiaan adalah semua yang ada di tanganmu, maka mudah sekali bagi setiap orang merampasnya darimu, Berbeda ketika kamu merasa bahwa semua millik Allah, maka engkau akan merasa tenang, sebab engkau yakin bahwa Allah yang menjaganya. Kunci ketena...

Sabar & Rendah Hati

Pernahkah kita melihat orang yang tetap sabar dan tenang saat mendapat kesusahan, Dan sama tenangnya saat ia mendapat kebahagiaan. ⠀ Bersikap biasa saja tidak berbangga diri ketika mendapat banyak kenikmatan dan kemewahan, dan tidak pula mengeluh serta mengharap belas kasihan ketika mendapat kesusahan dan kekurangan. Maka salut kepada orang seperti ini.. Ia tetap berusaha sabar dan tersenyum terlihat baik-baik saja, meski ujian hidupnya begitu besar menimpa. Begitu juga ia tetap tenang dan tak mengharap pujian meski kebahagiaan hidupnya begitu banyak ia terima. Orang-orang seperti ini biasanya lapang jiwanya, bersih hatinya, dan begitu dekat dengan Rabb-Nya. Karena ia tahu bahwa semua pujian atau belas kasihan tidaklah penting baginya. Karena ia sadar bahwa banyak hati yang harus di jaga. Karena ia paham bahwa tidak semua orang seberuntung seperti dirinya. Karena ia mengerti bahwa setiap orang juga memiliki masalah dalam hidupnya. Sebab itulah mengapa tidak semua kebahagiaan harus kita...

Bersyukur Atas Rezeki

Melihat orang-orang yang terbaring di rumah sakit dengan berbagai keadaan dan penyakit. Semakin membuat kita bersyukur atas nikmat sehat yang Allah berikan. Dan seadainya kita di beri uang 10 Miliar untuk menggantikan penyakit yang mereka alami, tentu kita tidak akan sudi. Kita pasti tetap akan memilih lebih baik hidup sederhana asalkan sehat, daripada banyak uang namun punya penyakit. Demikianlah sikap seperti ini harusnya juga kita tanamkan pada kehidupan sehari-hari dalam memahami rezeki yang Allah berikan. Sehingga menjadikan kita lebih banyak bersyukur dan tidak merasa iri dengan segala kenikmatan yang orang lain dapatkan. Sebab bisa jadi Allah tidak memberi mu 10 Miliar dalam bentuk uang, Tapi dalam bentuk kesehatan. Maka jangan pernah batasi rezeki itu hanya uang, Tapi semua kebaikan yang dapat kamu nikmati itu juga rezeki. Karena itu kita tidak perlu iri dengan rezeki yang orang lain miliki, sebab rezeki itu banyak bentuknya. Sebaliknya, justru kita banyak bersyukur dengan reze...

Maka Aku Makin Bersalah

Nasehat dan Renungan Untuk Diriku Sendiri... Ku dapati orang-orang yang banyak menginfakkan hartanya di jalan Allah. Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka. Ku dapati orang-orang yang senantiasa bangun mengerjakan shalat malam. Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka. Ku dapati orang-orang yang rajin menjalankan puasa sunnah. Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka. Ku dapati orang-orang yang menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, membaca Al Qur'an, senantiasa bertaubat. Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku masih jauh ketinggalan dari mereka. Ku dapati orang-orang yang sabar, ikhlas, qonaah, menjaga lisan, berakhlak baik. Lalu ku perhatikan diriku, ternyata aku pun juga masih jauh ketinggalan dari mereka. Sungguh aku menyadari, ternyata aku masih banyak kekurangan dalam amal shalih daripada mereka. Dan aku semakin merasa bersalah... Ketika teringat hampir seluruh waktuku ...